Legenda, mitos, dan fenomena gaib selalu mengiringi perjalanan sejarah bangsa ini. Kasus Dimas Kanjeng dan Gatot Brajamusti mentahbiskan hal tersebut. Ilustrasi/SINDOnewsM Bambang Pranowo Guru Besar UIN Jakarta/Rektor Universitas Mathla’ul Anwar, Banten INDONESIAadalah negeri penuh keajaiban. Legenda, mitos, dan fenomena gaib selalu mengiringi perjalanan sejarah bangsa ini.Alasan-alasan rasional tidak cukup untuk mendidik anak bangsa agar membangun negerinya dengan perhitungan yang matang, jernih, transparan, dan akuntabel. Sebagian rakyat negeri ini masih tetap membutuhkan mitos, legenda, dan lain-lain agar yakin bahwa perjalanan hidup bangsa ini tetap mendapat restu penjaga langit dan restu penjaga bumi.Di Jawa Timur, misalnya, banyak tokoh legenda yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib dan menjadi mediator manusia dengan sang gaib. Kisah-kisahperjalanan tokoh legenda bernama Panji, misalnya, sering menjadi acuan rakyat Jawa Timur yang masih hidup dalam budaya tradisional.Panji, nama tokoh legenda di Kerajaan Kediri, Majapahit, dan kerajaan-kerajaan lain di Jawa Timur itu kemudian muncul dalam dongeng, legenda, mitologi, bahkan "sejarah" dengan berbagai versi. Belakangan nama Panji pun kerap muncul sebagai nama gelar.Begitu juga nama Dimas dan Kanjeng. Dua nama ini sangat populer dalam dongeng-dongeng rakyat di Jawa, khususnya Jawa Timur. Belakangan nama Dimas pun sangat populer karena banyak film nasional yang bintang utamanya bernama Dimas.Sebut saja film Bukan Bintang Biasa The Movie (2007); Foto, Kotak dan Jendela (2006); Simfoni Luar Biasa ( 2011); Hari Ini Pasti Menang (2013); Duel: The Last Choice (2014); Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh (2014); 99% Muhrim: Get Married5 (2015); Stay with Me (2016). Nama Dimas juga muncul dalam sinetron Badai (2014).Seperti halnya Dimas, nama Kanjeng ini pun sangat populer di masyarakat Jawa. Kanjeng adalah gelar kehormatan untuk kesatria Jawa. Jika Dimas (yang artinya adik laki-laki atau saudara termuda yang mengundang simpati dan kasih), maka kanjeng artinya sama dengan gusti atau tuan terhormat.Maka, bisa kita bayangkan bila seseorang punya nama Dimas Kanjeng.Ini gabungan nama mitos dan legenda yang luar biasa, yang bisa mempengaruhi alam bawah sadar masyarakat tradisional di Jawa.Begitulah, dari aspek nama saja --Dimas Kanjeng Taat Pribadi-- sudah mampu "menyihir" masyarakat Indonesia yang mayoritas orang Jawa. Cerdiknya lagi Dimas Kanjeng mengasosiasikan dirinya sebagai "raja kahyangan" dengan gelar Raja Anom dan Sri Raja Prabu Rajasa Nagara. Dan lebih hebat lagi, sang Raja Anom ini mengaku mampu menggandakan uang beratus bahkan beribu kali lipat dari uang pancingannya.
Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1150522/18/dimas-kanjeng-dan-gatot-brajamusti-1477533973
