16/11/16

Guru spiritual

Sarlito Wirawan Sarwono. Foto/IstimewaSarlito Wirawan SarwonoGuru Besar Fakultas Psikologi Universitas IndonesiaDItahun 1980-an saya pernah mengenal seorang kapolda (kepala kepolisian daerah) yang punya kebiasaan bertapa (duduk berdiam diri selama beberapa jam, hanya mengenakan celana pendek) di bawah air terjun yang dingin setiap malam Jumat Kliwon. Biasanya Pak Kapolda ini ditemani kapolsek (kepala kepolisian sektor).Anak buah Pak Kapolda rela ikut berdingin-dingin hanya untuk memastikan komandannya tidak kenapa-kenapa selama menjalankan kebiasaannya yang tidak biasa itu. Kalau misalnya tiba-tiba sang komandan terkena stroke atau tiba-tibahanyut terkena banjir bandang, tak pelak lagi kapolseklah yang harus bertanggung jawab.Saya pun sempat bertanya kepada Kapolsek (tidak berani bertanya langsung kepada Kapolda), apa alasan Kapolda melakukan ritual itu. Kapolsek menjawab bahwa menurut kapolda sendiri, ritualnya itu adalah atas petunjuk guru spiritualnya untuk memohon keselamatan dunia-akhirat untuk diri dan keluarganya dan terutama untuk memohon agar kariernya dilancarkan oleh Allah SWT.Untuk itu sang guru spiritual memberinya beberapa ayat suci Alquran untuk dibaca ketika Kapolda bertapa. Dan benar saja kariernya memang mulus dan menjelang pensiunbeliau kembali ke Mabes Polri dengan jabatan bintang tiga.Sangat boleh jadi memang sang Kapolda bekerja dengan baik dan profesional sehingga kariernya berjalanmulus sampai puncak. Namun tidak bisa dihindari adanya asosiasi antara petunjuk guru spiritual itu dengan kariersang Kapolda yang bagus.***Istilah lain dari guru spiritual adalah dukun. Tapi ini tidak sejenis dengan dukun beranak, dukun bayi, dukun peletatau dukun santet, apalagi dengan Dedy Dukun (penyanyi). Guru spiritual berfungsi untuk menjaga kesejahteraanspiritual kliennya.Sama sebetulnya dengan guru agama (ustaz) dalam Islam, pendeta di Kristen, atau pastor di Katolik. Para rohaniwan ini, serupa dengan guru spiritual, bekerja seperti halnya seorang psikolog, yaitu dengan metodedan cara tertentu menjaga jiwa seseorang agar terhindar dari rasa cemas atau galau atau gangguan kejiwaan yang lebih berat.Sebaliknya mereka berusaha menjaga agar kondisi jiwa kliennya itu selalu ceria, bahagia, dan penuh optimisme. Dalam istilah psikologi, keadaan kejiwaan klien yang seperti itu berarti kesehatan jiwa yang prima.Tapi berbeda dari psikolog, rohaniwan dan guru spiritual mempunyai metode dan teknik yang berbeda. Psikologi menggunakan metode-metode yang berdasarkan ilmu pengetahuan, riset, dan berbasis pembuktian ilmiah.

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1149382/18/guru-spiritual-1477144631

Bagikan

Jangan lewatkan

Guru spiritual
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.