16/11/16

Wajah baru amerika serikat

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto / REUTERS / Jonathan ErnstProf Tirta N Mursitama, PhDKetua Departemen Hubungan Internasional Binus UniversityTak seperti yang diprediksikan banyak pengamat, Donald Trump memenangi kursi kepresidenan Amerika Serikat 2017-2021. Trump meraih 276electoralvotesdari 270 yang dibutuhkan.Ia mengalahkan Hillary Clinton yang hanya memperoleh 218electoral votes.Tidak hanya menjungkir balikkanramalan para pengamat, tetapi hasil ini menggambarkan perbedaan ekspektasimasyarakat Amerika Serikat. Apa makna kemenangan Trump bagi masyarakat Amerika Serikat (AS), dunia, dan Indonesia?Akar KontroversiSejak awal proses pemilihan presiden AS ini berlangsung, kontroversi menyelimuti terpilihnya Trump menjadikandidat presiden mewakili Partai Republik. Secara individu sosok Trump inheren bukan merupakan sosok yang ideal merepresentasikan Partai Republik.Sebagai sosokbusinessmansukses dengan karakter yang keras namun cenderung arogan, bertolak belakang dengan gambaran kaum republik yang cenderung konservatif dan menjunjungtinggi nilai-nilai keagamaan.Selama kampanye pun Trump memersonifikasi dirinya sebagai sosokkanan yang keras. Pandangannya lebihinward looking,bahkan memperlihatkan Amerika Serikat yang isolasionis. Trump menolak migrasi, keras terhadap pelintas batas, khususnya dari Meksiko yang memasuki Amerika Serikat. Bahkan ia bermaksud membangun tembok pembatas antara kedua negara.Selain itu, ketidaksukaan terhadap penduduk kulit hitam, kaum muslim, hingga penolakan terhadap pengungsi dari Timur Tengah antara lain dari Suriah menunjukkan sisi Trump yang bertolak belakang dengan karakteristik masyarakat AS yang plural dan menghargai perbedaan.Makna KemenanganHasil ini tentu mengejutkan bagi partai yang berkompetisi dan bagi masyarakat AS sendiri. Sejak awal Partai Demokrat optimistis akan memenangkan kursi kepresidenan walau mereka sadar tidak akan diraih dengan sangat mudah.Hasil beberapapollingyang selalu menunjukkan keunggulan Hillary semakin memupuk aroma kemenangan. Namun, mereka lupa bahwaswing voters(massa mengambang) yang berkisar 20% di setiap polling ternyata susah ditebak pilihannya.Masyarakat yang belum menentukan pilihan sejak awal dan menunggu hingga akhir masa pencoblosan memperlihatkan punya pilihan sendiri dengan alasan beragam. Banyak yang menentukan pilihan karena ketidaksukaan terhadap pemerintah sekarang yang dianggap terlalu lunak. Sebagian lain menentukan pilihan mungkin karena ingin melihat AS dipimpin oleh sosok lain di luar partai yang berkuasa sekarang dengan mengharapkan perubahan.

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1154283/18/wajah-baru-amerika-serikat-1478759387

Bagikan

Jangan lewatkan

Wajah baru amerika serikat
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.